Memetakan Mushola Perempuan
Pada waktu libur kuliah saya dan teman teman saya pergi ketempat wisata yang sudah kami rencanakan sejak lama yaitu ke tempat wisata di daerah pegunungan, saya dan teman teman menikmati perjalanan dan pemandangan yang sangat indah dan menikmati udara yang sejuk dan dingin. Setelah itu kami sampai di tempat wisata tersebut, saya dan teman teman saya mengelilingi tempat wisata dan melihat banyak pengunjung. Kami duduk dan menikmati pemandangan dan udara yang sejuk. Lalu kami mencari tempat makan untuk kami makan sembari menunggu waktu sholat tiba. Setelah itu kami selesai makan dan waktu sholat telah tiba kami ingin sholat, tetapi saat waktu sholat tiba kami kebingungan mencari mushola perempuan yang ada di tempat wisata tersebut. Kami keliling di sekitar tempat wisata tersebut tetapi kami tidak menemukan karena tidak ada petunjuk yang jelas dan di peta digital tidak ada dimana mushola perempuan berada, yang biasanya tempat wisata lain ada jelas penunjukan tempat mushola perempuan itu berada. Lalu saya dan teman-teman saya bertanya kesalah satu pengunjung ternyata pengunjung tersebut menjawab tidak mengetahui dimana letak mushola perempuan tersebut. Setelah itu kami ingin pergi pulang dan ingin sholat di mushola perempuan yang berada di daerah tempat wisata tersebut. Saya dan teman-teman saya langsung pergi ke tempat parkir motor kami dan saat sampai di parkiran saya mencoba bertanya ke penjaga parkiran di wisata tersebut. Saya bertanya apakah ada tempat mushola perempuan di wisata ini. Setalah itu penjaga parkiran menjawab ada dan menunjukkan tempat dimana mushola perempuan itu berada. Ternyata mushola perempuan tersebut yang ada di wisata itu berada di dekat dengan tempat area parkiran. Lalu kami langsung pergi ke mushola perempuan tersebut dan kami langsung sholat. Dari pengalaman saya dan teman teman saya menyadari bahwa informasi petunjuk tentang tempat mushola perempuan itu sangat penting agar yang berkunjung di wisata tidak kebingungan, terutama perempuan yang ingin beribadah di tempat wisata tersebut. Setelah pengalam tersebut, pada saat kuliah saya belajar dan mengenal tentang OpenStreetMap dan saya mulai menambahkan lokasi yang tidak ada di peta digital dengan OpenStreetMap.
Discussion