OpenStreetMap logo OpenStreetMap

adigis's Diary

Recent diary entries

Kontribusi Perempuan dalam Pemetaan Dunia

Keberadaan perempuan di dunia kartografi dan pemetaan saat ini semakin terlihat dan jumlahnya terus bertambah. Kontribusi mereka memberikan nilai yang sangat berharga bagi perkembangan data geospasial. Meski demikian, dalam dunia pemetaan sukarela seperti OpenStreetMap (OSM), jumlah pemeta perempuan masih lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Padahal, peran pemeta perempuan sangat krusial untuk meningkatkan inklusivitas data, terutama dalam melengkapi informasi fasilitas publik yang spesifik bagi perempuan, seperti ruang laktasi dan toilet umum.

Dasar-Dasar Pemetaan di OpenStreetMap Sebelum mulai berkontribusi, ada beberapa konsep dasar yang perlu dipahami agar data yang dihasilkan akurat dan bermanfaat:

Konsep Objek di OSM:

  • Titik (Nodes): Menandai lokasi spesifik.
  • Garis (Ways): Untuk objek seperti jalan atau sungai.
  • Area (Poligon): Untuk batas bangunan, taman, atau wilayah.
  • Relasi (Relations): Untuk menghubungkan objek-objek yang kompleks.

Sistem Tagging (Atribut Data): Pemberian label informasi pada setiap objek.

Sumber Data yang Legal:

  • Citra Satelit yang diizinkan.
  • Survei Lapangan langsung.
  • Data Pemerintah yang bersifat terbuka.

Alat Pemetaan (Editor):

  • A list item with additional text
  • iD Editor (Berbasis web, ramah pemula).
  • JOSM (Untuk penyuntingan tingkat lanjut).
  • StreetComplete (Aplikasi seluler untuk pemetaan praktis).

Hal Penting Sebelum Melakukan Digitasi Kemampuan membedakan objek seperti jalan, bangunan, badan air, dan vegetasi adalah inti dari interpretasi citra. Tanpa kemampuan identifikasi yang tepat, data hasil digitasi tidak akan memiliki nilai informasi yang benar. Terakhir, diperlukan kerelaan hati dalam memetakan. Tujuan utama OpenStreetMap adalah menciptakan basis data peta dunia yang gratis, terbuka, dan kolaboratif. Ingatlah bahwa kontribusi ini bersifat sukarela tanpa imbalan materi, namun sangat berdampak besar bagi kemanusiaan dan akses informasi dunia.

See full entry

Location: Sumberagung, Krecek, Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jawa, 64219, Indonesia

Ungkapan bahwa kehidupan itu “kadang naik kadang turun, kadang kaya kadang miskin” adalah metafora roda kehidupan yang terus berputar. Ini menggambarkan fluktuasi nasib manusia yang tidak abadi, di mana seseorang tidak selamanya berada di atas (sukses/bahagia) atau di bawah (terpuruk/kesusahan). 1. Filosofi Roda BerputarKetidakabadian: Situasi saat ini, baik itu kejayaan maupun kesulitan, adalah sementara.Ujian Kehidupan: Kaya dan miskin adalah bentuk ujian untuk melihat siapa yang bersyukur dan bersabar.Perubahan Nasib: Seseorang yang hari ini kaya bisa saja jatuh miskin, dan sebaliknya, yang miskin bisa menjadi kaya.

  1. Sikap Saat di “Atas” (Kaya/Sukses)Tidak Sombong: Jangan merasa angkuh atau lupa diri karena posisi bisa berubah kapan saja.Berbagi & Bersyukur: Kekayaan adalah kesempatan untuk berderma dan membantu sesama.Tetap Membumi: Sadar bahwa semua hanyalah titipan.

  2. Sikap Saat di “Bawah” (Miskin/Terpuruk)Bersabar & Tegar: Tidak putus asa karena kesulitan adalah bagian dari proses pendewasaan diri.Berusaha & Berdoa: Tetap berjuang karena roda akan berputar kembali.Fokus pada Solusi: Orang dengan mental tangguh akan mencari peluang, bukan meratapi keadaan.

  3. Hikmah di Balik Perputaran Keseimbangan: Adanya kaya dan miskin diciptakan agar roda kehidupan berputar dan manusia saling membutuhkan.Pembelajaran: Pengalaman di titik terendah seringkali melahirkan ketangguhan dan kerendahan hati.Ketenangan Hati: Memahami bahwa “semua akan berlalu” membuat seseorang lebih tenang menghadapi penderitaan.

Secara ringkas, kunci menghadapi roda kehidupan yang berputar adalah bersyukur saat berada di atas, dan bersabar saat berada di bawah.

Location: Pancaran, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jawa, 64211, Indonesia

Ikhlas itu berat

Posted by adigis on 15 April 2026 in Indonesian (Bahasa Indonesia). Last updated on 19 April 2026.

Membantu orang hendaknya ikhlas, dan tidak mengharap pujian atau apresiasi dari orang lain. Bantulah dengan bantuan yang terbaik. Dan tidak perlu kita mengungkit-ungkit bantuan yang kita berikan, berharap balasan dari ALLAH subhanahu wata’ala semata. Caranya mudah, bantuan yang engkau berikan itu ibarat yang engkau keluarkan dipagi hari. Dengan begitu engkau akan lupa, tidak ingat bantuan apa yang telah engkau berikan kepada orang lain

Alt text